Fungsi Penggunaan Contoh Kwitansi Kosong

Sekarang ini varian contoh kwitansi kosong ada bermacam-macam. Semuanya ditentukan berdasarkan kebutuhan dan juga fungsinya. Yang pasti, kwitansi itu dibuat biasanya untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli. Dimana kwitansi tersebut digunakan sebagai bukti atas pembayaran yang telah dilakukan oleh sang pembeli. Maka dari itulah, kwitansi sering kali disebut juga dengan kwitansi pembayaran. Karena memang kwitansi adalah sebuah dokumen yang dijadikan untuk tanda bukti terhadap transaksi pembayaran yang ditandatangani pihak yang menerima uang dan yang memberikan uang. Salah satu kegiatan transaksi pembayaran yang sering menggunakan kwitansi kosong adalah saat akan pembelian sebuah mobil. Karena kwitansi kosong ini biasanya diminta oleh sang pembeli untuk memudahkan proses untuk balik nama. Kwitansi ini hukumnya wajib bila pembeli ingin menjual kembali kendaraan yang baru saja dibeli tersebut pada pihak yang lain.

Misalnya saja ketika Anda ingin menjual mobil Anda kembali ke pihak showroom mobil bekas. Kwitansi kosong ini umumnya dibuat sebanya 2 lembar. Yaitu, mencantumkan tanda tangan sang pemilik kendaraan berdasarkan BPKB. Sedangkan, untuk 1 contoh kwitansi ini disertai dengan materai, beserta tanda tangan dari sang pemilik kendaraan yang sesuai dengan BPKB. Dalam hal ini, fotocopy KTP pemilik yang telah tercantum dalam BPKB ini dibutuhkan untuk memenuhi kelengkapan biodata dari sang pemilik yang terakhir.  Sehingga, dokumennya tersebut bisa digunakan untuk menyesuaikan semua informasi yang dibutuhkan. Misalnya saja, seperti nomor KTP, alamat, dan tanda tangan dari sang pemilik. Selain harus memahami hal tersebut, dibawah ini kami jelaskan tentang kwitansi seperti apakah yang harus dilengkapi dengan materai berdasarkan ketentuan dari Menteri Keuangan, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Transaksi kurang dari 250 ribu rupiah tidak harus memakai materai. Karena minimal untuk pemberian materai adalah transaksi pembelian yang dilakukan lebih dari 250 ribu rupiah.
  2. Transaksi yang dimulai dari 250 ribu rupiah sampai dengan 1 juta rupiah harus memakai materai senilai 3 ribu rupiah.
  3. Transaksi lebih dari 1 juta rupiah harus memakai materai 6 ribu rupiah.

You may also like